Kisah ini memang bukan tentang anjing. Ini kisah nyata cinta induk kucing stray pada anaknya di saat terakhir. Saya diijinkan menulis disini oleh Ketua STA sebagai renungan, setiap makhluk hidup itu punya kasih sayang, tidak sepatutnya kita menelantarkan begitu saja. Tidak usah memandang ras, karena cinta juga tidak memilih.

Kisah ini dimulai ketika seekor kucing stray beranak 1 di dalam gudang rumahku. Entah kapan itu saya tidak tahu. Yang jelas, ketika anjing saya matanya dicakar induk kucing, saya baru tahu ada induk dan anaknya yang berkeliaran di gudang. Tapi sangat sulit menangkap mereka yang sembunyi di sela-sela barang. Baru pada 17 Juli 2015, saya berhasil menangkap anaknya. Si kitten kuberi nama Whitey, kutaruh di kandang, sedang induknya susah ditangkap. Tapi tiap hari si induk selalu kusiapin makan, karena pasti datang menyusui anaknya.

Waktu berlalu dan ternyata ada yang tertarik mengadopsi si Whitey dan berencana mengambil Rabu, 22 Juli 2015.

Ternyata ada musibah tak terduga, sebelum adopter Whitey datang, saya mendapat kabar ada kucing sekarat tertabrak mobil di jalan. Saya bermaksud melihat kondisinya untuk memberi pertolongan. Saya mengenalinya sebagai induk Whitey, tapi kondisinya sudah payah, berak, kencing dan darah keluar dari anusnya.

Napas sudah tersengal-sengal. Tanpa pikir panjang, saya ambil si Whitey untuk saya pertemukan dengan induknya terakhir kali. Pertemuan yang mengharukan, tak bisa saya lukiskan dengan kata.

Si induk yang mendengar suara anaknya, berusaha mengumpulkan tenaga terakhir, melawan sakitnya mendekati anaknya. Sementara si Whitey teriak-teriak panik. Lalu saya dekatkan Whitey ke induknya. Betapa sang induk menatap sang anak dengan penuh cinta, tanpa kata. Tapi saya melihat disitu penuh cinta. Cinta terakhir. Saya berkata pada sang induk, anaknya akan saya jaga, hari ini akan datang seseorang yang akan merawat dan menyayangi anaknya selamanya.

Tak lama kemudian induk Whitey mati. Dia sudah ikhlas telah melihat anaknya untuk terakhir kali dan yakin anaknya akan baik-baik saja. Oh…seandainya saya punya kekuatan untuk menyembuhkan sang induk. Suami saya sudah menguburkan sang induk di depan rumah. Whitey juga kini aman dengan adopternya yang saya yakin akan merawatnya dengan baik. Cinta adalah milik semua makhluk hidup. Terberkatilah yang mempunyai cinta bagi semua makhluk hidup. (dewi)

1. Dengar suara anak 225x300 - Kisah Mengharukan Whitey dan Induknya

2. Kerahkan tenaga terakhir 225x300 - Kisah Mengharukan Whitey dan Induknya

3. Pandangan cinta terakhir 225x300 - Kisah Mengharukan Whitey dan Induknya

4. Pesan terakhir 225x300 - Kisah Mengharukan Whitey dan Induknya

5. I Will be OK mama 225x300 - Kisah Mengharukan Whitey dan Induknya

Disalin sepenuhnya tanpa ada perubahan dari Album Shelter Tegal Alur

Komentarmu Apa?