Tau ngga siih sobat kucinglucu.net? menurut Midred Moelk “dalam  mencari perhatian, kucing lebih sering mengeong ke manusia daripada ke sesamanya “.

Dalam karyanya yang berjudul Rumah Kucing: Studi Fonetik dan Fungsional April 1944 “Jurnal Perbandingan Psikologi”, berdasarkan pola suara yang sering dibuat, beliau mengkategorikan arti suara si meong  menjadi sebagai berikut =

  1. Salam atau kepuasan yang ditandai dengan berdengkur lembut atau seperti mengeluarkan huruf konsonan dengan mulut tertutup.
  2. Permintaan atau keluhan ditandai dengan mengeluarkan suara vokal dari mulut terbuka hingga mulut tertutup.
  3. gairah atau stress, ditandai dengan mengeluarkan  suara keras (intensitas tegang) dan dibentuk dengan mulut yang terbuka lebar

Sub katagori Pola – Pola Vokal Kucing Dewasa.

Dalam pengucapannya, moelk membagi pola – pola suara si kucing menjadi beberapa katagori. Berdasarkan sistem kompleks yang dibuatnya dalam pengucapan Fonetik Parsial, Moelk memberi beberapa tanda, sebagai berikut:

  1. Tanda petik (‘) yang berarti penekanan, dilakukan ketika sedang bernafas.
  2. tanda titik dua (:) yang berarti suara berkepanjangan

Pola mendengkur :

  1. Purr (‘hrn-RHN-‘hrn-RHN)
  2. Memanggil (‘mhrn)
  3. Permintaan atau salam (‘mhrn’ hr’ hrn )
  4. Pengakuan atau konfirmasi ( ‘mhng)

Pola Vokal

  1. Meminta (‘mhrn-a’: ou)
  2. Pengaduan (‘mhng-a: ou)
  3. Mengemis –meminta (‘mhrn-a: ou 🙂
  4. Perkawinan – bentuk ringan (‘mhrn-a: ou)
  5. Kebingungan (‘Maou?)
  6. Marah-meraung (wa: ou 🙂

Pola Intensitas Tegang

  1. Geram, Kemarahan,Meraung
  2. Nyeri Berteriak
  3. Gertak
  4. Penolakan dengan Mencakar
  5. Perkawinan (bentuk intens)
  6. Meludah

wpid 20150515084244 - Mengenal arti pola suara si Meong

Moelk mengatakan bahwa kucing mengeong dengan cara yang berbeda-beda sekedar untuk menyampaikan apa yang dirasakannya baik keramahan, ketakutan, salam, senang dan yang lainnya.

Moelk mengatakan kucing secara rutin mengubah intonasinya untuk mengkomunikasikan tujuan, keinginan dan
emosi mereka berdasarkan durasi, intensitas,nada, tempat, kekasaran, stress, kecepatan dan pengulangan.

Saat kucing meraung dengan tekanan berat diawal berarti menandakan si kucing sedang mengomel/menangis. Sedangkan  raungan atau panggilan dengan vokal akhir dipanjangkan berarti  kucing “mempunyai keluhan yang si kucing sendiri sulit untuk menjelaskannya”.

Kucing akan mengeong berkepanjangan dengan vokal akhir Saat gagal mencapai apa tujuannya atau saat sedang bingung. Kemudian dia akan melanjutkan dalam bentuk nada yang bervariasi yang bertujuan untuk membujuk atau memerintah

Para ahli sepakat, bahwa kucing mampu mengkomunikasikan sesuatu kepada kita meskipun dalam bentuk yang tidak jelas. Menurut Michael J. Owren, PhD “kucing menggunakan vokalisasi bahasanya untuk mempengaruhi atau memanipulasi manusia namun tidak menyampaikan informasi yang khusus”. Mereka menghasilkan bunyi (meong atau meow) untuk mendapatkan perhatian lalu mengandalkan pemiliknya agar menyimpulkan apa yang mereka inginkan.

Teori tersebut merupakan teori yang paling banyak dipegang dan dipelajari. Pada situasi tertentu seseorang bisa dengan mudah untuk mengetahui apa yang terjadi pada kucing melalui bahasa tubuhnya, apakah dia sedang menatap, berguling-guling ataupun bersandar pada kaki kita sehingga kucing tidak perlu mengeong dengan nada khusus. Hal ini pun juga termasuk bentuk komunikasi karena menggunakan sinyal non- linguistik untuk mempengaruhi, lalu kemudian manusia merespon dengan memenuhi apa yang kucing inginkan.

Owren percaya bahwa ketika kucing mengeong dengan keras dan diulang-ulang merupakan gejala umum mereka sedang stres dan tidak harus selalu menunjukan emosi khusus. Setiap kucing tidak harus menghasilkan suara yang sama untuk mengungkapkan emosi tertentu, tetapi suara tersebut dipicu oleh tingkat gairah kucing masing-masing. Contoh sederhana pada tangisan anak kecil, terkadang itu hanya disengaja (agar keinginannya terpenuhi) dan terkadang itu hanya untuk kontra-produktif, tergantung bagaimana tingkat kepedulian orang tuanya.

Owren menambahkan bahwa ketika kucing mendengkur,  kucing ingin manusia untuk terus melakukan apa yang mereka lakukan. Terkadang hanya untuk menghentikan hal yang menurut si meong tidak nyaman, kucing akan mengeong sekeras kerasnya sampai membuat jengkel orang sekitarnya dan memenuhi apa yang meong minta.

Terlepas dari semua hal ini menjengkelkan atau tidaknya, kucing telah berhasil dengan vokalisasinya. Sangat pintar sekali bukan?

Demikian ke-16 suara si meong menurut Midred Moelk yang dapat dijadikan patokan dalam memahami arti suara si meong.

Kira kira apa yang ingin disampaikan si meong?

 

Jangan lupa share tulisan ini ya ke teman-teman pecinta kucing lainnya.

Komentarmu Apa?