Najis Kencing Kucing: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Memahami Kondisi kencing kucing yang Tidak Lazim

Kucing najis kencing kucing

Apa itu Kucing najis kencing kucing?

Kucing najis kencing kucing, atau yang dikenal juga sebagai Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD), merujuk pada masalah yang dapat memengaruhi saluran kemih pada kucing. Biasanya, situasi ini terjadi ketika terbentuknya kristal atau batu di dalam saluran kemih yang berpengaruh pada aliran urine.

Penyebab Kucing mengalami Gangguan Kencing

Sejumlah faktor dapat menjadi penyebab kucing mengalami masalah terkait gangguan kencing. Di antaranya adalah pola makan yang tidak cukup seimbang, kekurangan cairan tubuh, kegemukan, tingkat stres yang tinggi, infeksi saluran kemih, serta faktor genetik. Gejala yang sering muncul antara lain kucing sering buang air kecil, perasaan nyeri saat buang air kecil, urine mengandung darah, serta kurangnya kebersihan di sekitar tempat kucing buang air.

Pencegahan dan Penanganan Gangguan Kencing pada Kucing

Untuk mencegah masalah terkait gangguan kencing kucing, penting bagi kita untuk memberikan nutrisi seimbang, memastikan kucing mendapatkan asupan cairan yang cukup, serta menciptakan lingkungan yang minim stres. Jika kucing Anda mengidap FLUTD, dokter hewan akan memberikan saran penanganan seperti pengobatan medis, perubahan pola makan, serta mengurangi tingkat stres yang dialami oleh si kucing.

Permasalahan terkait gangguan kencing kucing merupakan hal yang biasa terjadi dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan serta masalah kesehatan yang serius. Dengan menjaga pola makan yang seimbang, memastikan kucing mendapatkan asupan cairan yang cukup, serta menciptakan lingkungan yang minim stres, kita dapat membantu mencegah terjadinya gangguan kencing pada kucing. Jika Anda menemukan tanda-tanda kucing Anda mengidap FLUTD, segera berkonsultasi dengan dokter hewan untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Sejarah dari perilaku kucing yang mencemari area dengan urine atau sering disebut sebagai najis kencing kucing memiliki kisah yang menarik. Kucing sendiri merupakan hewan peliharaan yang populer di seluruh dunia, yang telah menarik perhatian banyak orang sepanjang sejarahnya.

Also read:
Nafas Kucing Cepat dan Berbunyi: Apa Penyebabnya?
Nafas Kucing Bunyi Grok Grok: Apa yang Mungkin Menyebabkannya?

Perilaku najis kencing kucing sebenarnya telah ada sejak zaman dahulu ketika kucing masih hidup sebagai hewan liar yang belum dijinakkan. Pada waktu itu, kucing-kucing hidup dalam kelompok dan memiliki wilayah yang mereka klaim sebagai milik mereka sendiri. Kencing merupakan salah satu cara bagi mereka untuk menandai wilayah dan memberi tanda kepada kucing lain bahwa area tersebut sudah dikuasai oleh mereka.

Ketika manusia mulai menjinakkan kucing sebagai hewan peliharaan, kebiasaan najis kencing kucing ini masih terbawa dari naluri alami kucing yang telah dipelihara tersebut. Mereka masih berpikir bahwa rumah kita adalah wilayah mereka dan dengan kencing, mereka mencoba menandai wilayah tersebut agar tidak ada kucing lain yang datang dan menguasainya.

Hal ini juga bisa terjadi ketika kucing merasa terancam atau mengalami stres. Kencing merupakan cara komunikasi mereka yang menunjukkan bahwa ada situasi yang membuat mereka tidak nyaman. Dengan cara ini, mereka ingin memberikan peringatan kepada pemilik rumah atau kucing lain bahwa mereka merasa terganggu.

Seiring berjalannya waktu, pemahaman tentang perilaku kucing terus berkembang. Banyak teknik dan metode pelatihan yang dikembangkan untuk mengatasi masalah najis kencing kucing ini. Pemilik kucing sekarang lebih memahami alasan di balik perilaku ini dan berusaha mencari solusi yang tepat.

Dalam kesimpulannya, najis kencing kucing merupakan perilaku yang terbawa dari naluri kucing sebagai hewan yang pernah hidup dalam keadaan liar dan masih dijumpai pada kucing peliharaan saat ini. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang perilaku kucing, kita dapat mengatasi masalah tersebut dengan metode yang sesuai dan membangun hubungan yang lebih baik dengan kucing peliharaan kita.

Ragam Kucing yang Terkenal dengan Kebiasaan Buang Air yang Menjijikkan

Ras kucing dengan sifat menjijikan

Mengenal Kucing dengan Kebiasaan Buang Air yang Menjijikkan

Bicara tentang kucing-kucing yang sering dihadapkan pada masalah menjijikkan, tidak ada yang lebih mengganggu daripada perilaku mereka yang suka buang air di tempat yang tidak semestinya. Kebiasaan ini tentu akan menimbulkan banyak masalah dan membutuhkan penanganan khusus untuk mengatasi masalahnya.

Ras Siam dan Masalah Menjijikkan

Salah satu ras kucing yang terkenal dengan masalah menjijikkan ini adalah ras Siam. Meski mereka memiliki keanggunan dalam bentuk tubuh dan bulu yang menawan, namun Siam dikenal sangat aktif dan sulit diajari untuk menjaga kebersihan. Tingkat kecerdasan yang tinggi membuat mereka sepenuhnya sadar bahwa kebiasaan ini dapat menarik perhatian pemilik mereka.

Persia dan Maine Coon yang Sering Dianggap Menjijikkan

Selain Siam, ada juga beberapa ras kucing lain yang sering dianggap menjijikkan dalam hal kebersihan, seperti Persia dan Maine Coon. Bulu panjang yang dimiliki Persia membutuhkan perawatan ekstra, sehingga mereka cenderung menggunakan bulunya sebagai tempat buang air. Sementara itu, Maine Coon yang memiliki ukuran tubuh besar juga rentan mengalami kesulitan dalam menjaga kebersihan.

Penanganan Masalah Menjijikkan pada Kucing

Meskipun kebiasaan menjijikkan ini tidak umum terjadi pada semua kucing ras tersebut, namun memang ada beberapa individu kucing yang memiliki perilaku seperti ini dan memerlukan penanganan spesial untuk mengatasinya. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter hewan mengenai cara-cara yang tepat untuk mengatasi masalah ini, sehingga pengalaman memiliki kucing menjadi lebih menyenangkan.

Karakteristik Fisik Kucing

Karakteristik Fisik Kucing

Kucing adalah binatang peliharaan yang sangat populer di seluruh dunia. Selain memiliki perilaku yang menggemaskan, kucing juga memiliki ciri fisik yang menarik. Salah satu tanda yang mencolok adalah adanya rambut yang menghiasi tubuhnya.

Kucing bermacam-macam rupa rambutnya, mulai dari rambut pendek, rambut panjang, bahkan rambut keriting. Ada juga kucing dengan warna rambut yang beragam, seperti hitam, putih, abu-abu, hingga belang-belang. Textur rambut kucing juga beragam, ada yang lembut, ada yang kasar dan ada yang bergelombang.

Tidak hanya rambut, kucing juga mempunyai telinga yang mencolok. Bentuk telinga kucing melancip dan sangat lincah. Ada beberapa jenis kucing yang memiliki telinga yang lebih besar atau berbentuk lingkaran, memberi sentuhan unik pada ciri fisik mereka.

Salah satu ciri khas lainnya adalah mata kucing yang tajam dan menawan. Mata kucing dilengkapi dengan pupil yang bisa membesar dan mempersempit untuk membantu melihat dengan baik dalam berbagai kondisi cahaya. Ada berbagai warna mata kucing, seperti hijau, biru, kuning, hingga cokelat tua.

JugŠ° menarik, kucing juga mempunyai ciri khas kaki dengan kuku tajam yang bisa ditarik masuk atau dikeluarkan sesuai kebutuhan mereka. Kucing juga memiliki taring yang tajam untuk membantu mereka berburu dan melindungi wilayah mereka.

Secara kesimpulan, karakteristik fisik kucing meliputi berbagai jenis rambut, telinga yang mencolok, mata yang tajam, serta kaki dan kuku yang unik. Gabungan dari fitur-fitur ini memberi pesona dan daya tarik khusus bagi para pecinta kucing.

Perilaku Kucing Mengenai Kotoran dan Kencing

Kucing Kencing

Kucing menjadi salah satu hewan peliharaan yang digemari oleh manusia. Namun, seperti halnya binatang lainnya, kucing juga memiliki kebiasaan alami yang dapat menimbulkan masalah di dalam rumah, terutama perilaku yang menjijikkan seperti buang air besar dan kencing di tempat yang tidak semestinya.

Salah satu kebiasaan yang sering terjadi adalah kucing suka buang air besar di luar kotak pasir. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti kotak pasir yang kotor atau tidak nyaman, kurangnya kotak pasir yang tersedia, atau mungkin ada masalah kesehatan pada kucing tersebut.

Tidak hanya buang air besar, kucing juga bisa melakukan tindakan kencing di tempat yang tidak semestinya. Perlakuan seperti itu bisa menjadi masalah besar, terutama jika kucing melakukannya di dalam rumah. Selain dapat merusak perabotan, juga menyebabkan bau tak sedap, bahkan meninggalkan noda yang sulit dihilangkan pada lantai rumah.

Kucing yang melakukan perilaku kotoran dan kencing sembarangan ini terkadang juga dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan pada kucing. Jika perilaku ini terjadi tiba-tiba atau berulang kali, sebaiknya segera membawa kucing ke dokter hewan untuk memastikan apakah ada masalah kesehatan yang perlu ditangani.

Untuk mengatasi perilaku kotoran dan kencing sembarangan pada kucing, ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan. Pastikan kotak pasir selalu dalam keadaan bersih dan nyaman bagi kucing. Sediakan beberapa kotak pasir sesuai dengan jumlah kucing yang Anda miliki agar mereka tidak berebut. Berikan pujian dan hadiah sebagai bentuk penghargaan saat kucing menggunakan kotak pasir dengan benar. Jika perilaku ini terus berlanjut, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter hewan atau ahli perilaku hewan guna mencari solusi yang tepat.

Makanan yang Cocok untuk Kucing Kencing Kucing

Keseringan kucing membuat tempat tidur dan peralatannya kotor dengan kencing adalah masalah umum yang dihadapi oleh pemilik kucing. Untuk mengatasi atau mengurangi masalah ini, ada beberapa jenis makanan yang cocok untuk kucing yang sering kencing sembarangan.

Berbagai merek makanan kucing yang ada di pasaran menawarkan produk khusus yang dapat membantu mengontrol perilaku kucing ini. Makanan-makanan ini mengandung berbagai bahan alami yang bisa mendukung kesehatan saluran kemih kucing.

Sebagai contoh, makanan kucing yang mengandung cranberry atau ekstrak cranberry akan membantu mencegah pembentukan kristal di saluran kemih mereka. Keberadaan garam, protein, dan pH seimbang dalam makanan ini juga sangat penting untuk mengurangi risiko terbentuknya kristal atau batu dalam saluran kemih kucing.

Selain makanan khusus, pemilik juga bisa memberikan makanan basah yang mengandung lebih banyak air bagi kucing mereka. Kehadiran air yang cukup ini sangat penting untuk mencegah kristalisasi dan pembentukan batu di saluran kemih mereka. Selain itu, memberikan air yang cukup juga akan mengurangi kepekatan kencing dan risiko terbentuknya kristal.

Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter hewan sebelum mengubah pola makan atau memberikan suplemen apa pun kepada kucing Anda. Dokter hewan akan memberikan anjuran yang sesuai berdasarkan masalah tertentu yang dihadapi kucing Anda dan memberikan panduan terbaik dalam menjaga kesehatannya.

Dengan memilih makanan yang tepat dan berkonsultasi dengan dokter hewan, Anda dapat membantu mengatasi masalah kucing yang sering kencing sembarangan. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan dan memberikan kotak pasir yang cukup juga akan membantu mengurangi masalah ini.

Pentingnya Mengasuh Kucing dengan Baik: Kendala Kotoran dan Kencing Kucing

Gambar kucing menjelaskan pentingnya mengasuh kucing dengan baik

Mengenal Kucing sebagai Binatang Peliharaan yang Menggemaskan

Kucing adalah hewan peliharaan yang populer dan mampu memberikan kebahagiaan bagi pemiliknya. Selain penampilannya yang menggemaskan, kucing juga bisa menjadi sumber kegembiraan. Akan tetapi, agar kucing dapat hidup dengan sehat dan bahagia, pengasuhan mereka harus dilakukan dengan baik.

Mengajari Kucing menggunakan Pasir Kucing dengan Benar

Mengasuh kucing juga meliputi pelatihan mereka dalam menggunakan pasir kucing. Masalah najis dan kencing kucing yang tidak terkendali dapat mengganggu lingkungan rumah. Untuk menghindari hal ini, ajarilah kucing Anda untuk menggunakan pasir kucing sejak usia dini. Pastikan lokasi pasir kucing mudah dijangkau dan selalu bersihkan secara rutin.

Perhatikan Kesehatan Kucing dengan Cermat

Pastikan untuk memberikan makanan yang seimbang dan berkualitas tinggi kepada kucing Anda. Selain itu, pastikan mereka juga memiliki akses yang cukup terhadap air bersih. Kunjungan rutin ke dokter hewan juga penting untuk menjaga kesehatan kucing Anda. Vaksinasi dan perawatan gigi teratur juga merupakan bagian penting dari pengasuhan kucing yang baik.

Memberikan Kucing Lingkungan yang Aman dan Nyaman

Kucing adalah hewan yang penuh rasa ingin tahu, aktif, dan menyenangi eksplorasi sekitarnya. Pastikan rumah Anda memiliki lingkungan yang aman dan nyaman bagi kucing Anda. Hindari penggunaan bahan kimia berbahaya, sediakan tempat persembunyian yang nyaman, serta berikan mainan yang menghibur dan merangsang agar kucing tetap aktif.

Mencegah Masalah dengan Mengasuh Kucing dengan Baik

Dengan mengikuti langkah-langkah pengasuhan yang baik bagi kucing Anda, masalah terkait kotoran dan kencing kucing dapat diminimalkan. Menciptakan lingkungan yang sesuai, memberikan makanan yang seimbang, serta melatih kucing untuk menggunakan pasir kucing akan membantu menjaga kebersihan rumah dan kesehatan kucing Anda.

Dengan memperhatikan semua aspek penting dalam pengasuhan kucing, Anda dapat memberikan perhatian yang optimal kepada hewan peliharaan Anda, menjaga kebersihan rumah, serta memastikan kesehatan dan kebahagiaan kucing Anda.

Kucing sebagai Hewan Peliharaan dengan Keistimewaan dan Tantangan

Kucing sebagai Hewan Peliharaan

Mengadopsi kucing sebagai peliharaan adalah pilihan favorit bagi banyak individu. Kucing memiliki berbagai keunggulan yang menjadikannya sebagai teman yang menyenangkan di dalam rumah. Kucing adalah hewan yang mandiri, independen, dan cerdas. Mereka juga dapat mengekspresikan rasa sayang, meskipun mereka cenderung lebih selektif dalam menunjukkan kasih mereka kepada orang tertentu.

Tantangan yang kerap dihadapi oleh pemilik kucing adalah permasalahan mengenai najis dan urine kucing yang potensial membuat rumah kotor. Namun, terdapat beberapa langkah yang dapat diambil untuk menangani masalah ini. Langkah pertama, pastikan Anda menyediakan bak pasir yang cukup luas bagi kucing Anda. Bak pasir yang memadai akan memberikan kucing ruang yang cukup untuk menggali dan menutupi kotorannya, sekaligus mengurangi kemungkinan najis dan urine di luar bak pasir. Selain itu, lakukan pembersihan rutin pada bak pasir untuk menjaga kebersihannya dan mencegah timbulnya bau yang tidak sedap.

Kebersihan rumah dapat dijaga dengan memastikan bahwa kucing Anda mendapatkan makanan yang sehat dan seimbang. Pemilihan makanan yang buruk dapat menyebabkan masalah pencernaan pada kucing, yang pada akhirnya memengaruhi perilaku mereka dan membuat mereka cenderung buang air besar atau kencing di luar bak pasir.

Perlu diingat bahwa kucing adalah hewan yang peka terhadap perubahan, termasuk perubahan lokasi bak pasir atau perubahan yang terjadi di lingkungan mereka, seperti kehadiran hewan lain atau perubahan rutinitas. Semua hal ini akan memengaruhi perilaku kucing, termasuk kebiasaan buang air mereka. Oleh karena itu, pastikan untuk memberikan perhatian dan lingkungan yang nyaman kepada kucing Anda dan selalu memperhatikan setiap perubahan yang terjadi.

Jaga Kebersihan dan Kesehatan Kucing Anda

Ketika menjaga kucing sebagai hewan peliharaan, sangat penting untuk selalu memperhatikan kebersihan dan kesehatannya. Rajinlah mencuci tangan setelah menyentuh atau membersihkan kotoran kucing. Jangan lupa untuk mengunjungi dokter hewan secara berkala untuk pemeriksaan kesehatan rutin dan mendapatkan vaksinasi yang diperlukan, demi menjaga kucing tetap sehat dan terhindar dari masalah kesehatan yang berpotensi memengaruhi perilaku mereka.

Kucing sebagai hewan peliharaan dapat memberikan kesenangan dan kebahagiaan yang tak terbatas. Dengan memberikan perhatian dan mengatasi tantangan seperti masalah najis dan urine kucing, Anda akan memiliki sahabat yang setia dan menyenangkan di dalam rumah.

Tips Perawatan Kesehatan Kucing Terkait Masalah Najis dan Kencing

Perawatan Kesehatan Kucing najis kencing kucing

Kucing merupakan salah satu binatang peliharaan yang digemari di kalangan masyarakat. Namun, seringkali masalah terkait dengan najis dan kencing kucing bisa menjadi hal yang mengganggu bagi pemiliknya.

Bagi para pemilik kucing, menjaga kebersihan kucing terkait dengan masalah najis dan kencing sangatlah penting. Untuk kucing yang menggunakan kotak pasir, sangat dianjurkan untuk membersihkannya secara rutin agar kucing tidak terpapar dengan kotoran yang ada di dalamnya. Kotak pasir juga sebaiknya diganti secara berkala agar tetap bersih dan menghindari timbulnya bau tak sedap.

Mengenai kencing kucing di luar kotak pasir, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Pastikan kesehatan kucing dengan memperhatikan pola makan dan minum yang semestinya. Jika kucing kekurangan cairan, urine yang dikeluarkan akan berbau tajam atau berubah warna. Oleh karena itu, pastikan kucing Anda tidak kekurangan cairan.

Pembersihan dan perawatan terhadap area yang terkena urine kucing juga perlu dilakukan secara rutin. Jika kucing mengencingi perabotan atau karpet, bersihkan segera dengan menggunakan tisu atau kain bersih agar urine tidak meresap lebih dalam. Setelah itu, gunakan pembersih khusus untuk menghilangkan bau dan noda yang disebabkan oleh urine kucing.

Dengan menjaga kebersihan dan kesehatan kucing terkait dengan masalah najis dan kencing, pemilik kucing dapat mencegah timbulnya masalah kesehatan yang lebih serius serta memberikan kenyamanan kepada binatang peliharaan mereka. Jika masalah ini berlanjut atau semakin parah, disarankan untuk segera menghubungi dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Teknik Mengajari Kucing Agar Tidak Buang Air dan Berak Sembarangan

Gambar Teknik Melatih Kucing najis kencing kucing

Pendahuluan

Apakah kucing kesayangan Anda sering buang air atau berak di tempat yang tidak diinginkan? Jika iya, sekaranglah saat yang tepat bagi Anda untuk mempelajari cara melatihnya agar perilakunya lebih terkontrol. Meskipun tidak mudah dan memerlukan kesabaran, tetapi melatih kucing agar tidak buang air dan berak sembarangan adalah hal yang mungkin dilakukan.

Penyebab dan Solusi

Ada beberapa alasan mengapa kucing Anda buang air atau berak di tempat yang tidak seharusnya. Salah satunya adalah ketidakpuasan kucing terhadap tempat yang disediakan sebagai tempat buang air. Solusinya adalah pastikan bahwa kucing memiliki akses mudah ke bak pasir atau area khusus untuk buang air. Jangan lupa juga untuk menjaga kebersihan bak pasir tersebut.

Alasan lainnya adalah tingkat stres atau kecemasan yang dirasakan oleh kucing. Ketika menghadapi situasi stres, kucing cenderung mencari tempat yang nyaman untuk buang air atau berak. Solusinya adalah cari tahu apa yang menyebabkan kucing stres dan cobalah untuk mengatasinya. Jika perubahan lingkungan menjadi penyebab stres, beri kesempatan pada kucing untuk beradaptasi.

Teknik Pelatihan

Salah satu teknik yang bisa Anda terapkan adalah menjaga kucing tetap berada di dalam satu ruangan saat Anda meninggalkan rumah. Pastikan di ruangan tersebut terdapat bak pasir yang selalu bersih dan nyaman. Ajarkan kucing untuk menggunakan bak pasir tersebut sebelum diperbolehkan keluar ke area rumah yang lain. Setelah kucing berhasil menggunakan bak pasir dengan benar, berikan pujian dan hadiah berupa camilan untuk memberikan apresiasi.

Jika kebiasaan kucing sulit diubah, cobalah menggunakan pelepah jeruk atau benda-benda dengan aroma yang menyengat di tempat yang ingin Anda jaga supaya kucing tidak buang air atau berak di sana. Kucing umumnya tidak menyukai bau yang kuat. Jangan lupa juga untuk rutin membersihkan area tempat kucing buang air agar tidak ada bau yang tersisa.

Dengan menerapkan teknik pelatihan yang tepat dan kesabaran yang cukup, kucing Anda dapat diajari untuk tidak buang air dan berak sembarangan. Ingatlah bahwa konsistensi dan penanganan yang tepat sangatlah penting dalam melatih perilaku kucing. Selamat mencoba!

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Masalah Kencing Kotor pada Kucing

Gambar kucing

Apa itu masalah kencing kotor pada kucing?

Masalah kencing kotor pada kucing, juga dikenal dengan sebutan litiasis struvit, adalah kondisi di mana kucing mengalami pembentukan batu atau kristal di saluran kemih mereka. Hal ini dapat mengakibatkan rasa sakit dan kesulitan saat buang air kecil, serta masalah kesehatan lainnya.

Apa penyebab masalah kencing kotor pada kucing?

Penyebab utama dari masalah kencing kotor pada kucing adalah pola makan yang buruk dan kurangnya minum. Mengonsumsi makanan kering yang tinggi mineral, rendah serat, dan kurangnya minum dapat menyebabkan konsentrasi tertentu dalam urin yang memicu pembentukan batu dan kristal.

Bagaimana cara mencegah masalah kencing kotor pada kucing?

Untuk mencegah masalah kencing kotor pada kucing, penting untuk memberi makan dengan makanan berkualitas yang mengandung nutrisi seimbang. Pastikan kucing memiliki akses yang cukup ke air minum segar setiap hari. Selain itu, memberikan makanan basah dan mengatur diet yang tinggi serat juga dapat membantu mencegah kondisi ini.

Apa gejala masalah kencing kotor pada kucing?

Gejala masalah kencing kotor pada kucing dapat mencakup buang air kecil yang lebih sering atau tersumbat, munculnya darah dalam urin, perilaku yang mencoba buang air kecil tanpa hasil, dan rasa sakit saat buang air kecil. Jika kucing Anda menunjukkan gejala-gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter hewan untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Jadi, adalah penting bagi kita untuk memahami apa yang dimaksud dengan masalah kencing kotor pada kucing, penyebabnya, cara pencegahan, dan gejalanya. Dengan memberikan perhatian dan perawatan yang tepat, kita dapat membantu menjaga kesehatan kucing kita dan mencegah kondisi yang tidak diinginkan ini.

Najis Kencing Kucing

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements