Pyometra, nama yang terdengar asing.  Mungkin ada yang sudah tau?  Atau kucing meong lovers ada yang pernah mengalami penyakit tersebut?

Pyometra tidak hanya menyerang pada kucing, tetapi bisa juga pada hewan lain seperti Anjing atau sapi. Kata Pyometra berasal dari bahasa latin Pyo yang berarti nanah dan metra yang artinya uterus.

Pyometra adalah uterus yang membengkak, terinfeksi dan berisi nanah. Racun-racun dan bakteri menembus dinding uterus menuju ke aliran darah menyebabkan efek keracunan yang dapat membahayakan nyawa Kucing.

Target Pyometra .

Pyometra menyerang kucing dewasa betina yang masih produktif dan tidak disteril/spay. Dapat terjadi pada kucing pada umur berapapun, baik yang sudah pernah atau belum pernah melahirkan, apakah itu heat pertama ataupun heat ke sepuluh sekalipun. Pyometra adalah kelainan hormonal dan infeksi bakteri sekunder yang dapat atau tidak dapat terlihat gejalanya. Terjadi setelah siklus heat yang tidak diikuti dengan pembuahan.
Kucing akan menampakkan tanda-tanda penyakit ini setelah 2 -4 bulan setelah siklus heat. Periode resiko tertinggi terkena Pyometra adalah 8 minggu setelah puncak masa heat berakhir.

Penyebab Pyometra
Dua jenis hormon utama yang dihasilkan rahim adalah hormon estrogen dan progesterone.Kelebihan jumlah progesterone atau uterus menjadi hypersensitive terhadap progesterone menyebabkan Pyometra, dengan kata lain kista mulai terbentuk di bagian dalam uterus, kondisi ini dinamakan “endometrial hyperplasia”, pada tahap ini kucing belum menampakkan gejala Pyometra. Pada waktu kista tumbuh, sejumlah besar cairan/lendir diproduksi dan dilepaskan ovarium ke dalam uterus. Bakteri (terutama E. coli) berpindah melalui cervix, masuk ke dalam uterus dan berkoloni, karena lendir dan sekresi adalah media yang baik untuk bakteri berkembang biak, akibatnya uterus akan terinfeksi dan berisi nanah.

Jenis – Jenis Pyometra.
1. Pyometra terbuka (Open Pyometra).
Dalam kondisi cervix terbuka, nanah dan sekresi masih dapat dikeluarkan dari uterus, biasanya terlihat vagina mengeluarkan nanah (cairan kuning/putih) dan berbau. Kondisi ini lebih mudah diobati

2. Pyometra tertutup (Closed Pyometra).
Cervix dalam kondisi tertutup. Nanah dan sekresi tidak dapat dikeluarkan dari uterus. Sulit untuk didiagnosa secara klinis, karena tidak terlihat gejala yang pasti. Kucing akan terlihat lebih sakit dari pada open pyometra karena penimbunan toksin (racun) di uterus. Karena jumlah toksin yang tidak dapat dikeluarkan tubuh meningkat, akan membuat ginjal bekerja lebih keras, tanpa perawatan yang memadai, kucing akan mati karena gagal ginjal. Atau bisa juga terjadi uterus pecah karena jumlah cairan berlebihan, menumpahkan isinya ke dalam rongga perut, jika hal ini terjadi, kucing akan mati kurang dari 48 jam.

Gejala Pyometra.
Beberapa gejala yang terlihat :
1. Kucing akan lebih sering menjilat-jilat vagina, membersihkan cairan putih/kuning dari vagina (pada kasus open pyometra).
2. Demam.
3. Lemas, muntah-muntah, menolak makan (pada sebagian binatang).
4. Perut membesar.
5.Mungkin tidak dapat berjalan (lemah pada kaki belakang).
6. Minum berlebihan, pengeluaran urin yang berlebihan (beberapa kucing menunjukkan gejala dehidrasi).
7. Peningkatan jumlah sel darah putih secara signifikan pada pemeriksaan darah.

Cara Pengobatan.
Pyometra bisa diatasi dengan memberi:

  1. Prostaglandin F2alpha dan antibiotik jangka panjang biasanya digunakan pada Pyometra Terbuka. Pada Pyometra tertutup tingkat keberhasilannya kurang dari 30%. Tindakan diberikan secara intravena (infus). Prostaglandin akan bekerja menstimulasi uterus untuk berkontraksi, mengeluarkan nanah & sekresi , antibiotik bekerja menyembuhkan infeksi. Tindakan ini membutuhkan waktu 3-5 hari. Ada beberapa pendapat yang kontra dengan pemberian prostaglandin karena dapat menyebabkan uterus pecah pada waktu berkontraksi, selain itu, ada kemungkinan pyometra dapat terulang.
  2. Ovariohysterectomy(operasi pengangkatan ovarium dan uterus/spay) bersamaan dengan pemberian antibiotik, pada waktu operasi dan pasca operasi. Biasanya dilakukan untuk Pyometra tertutup. Operasi ini harus dilakukan hati-hati supaya cairan/isi dari uterus yang terinfeksi tidak tumpah dan memastikan semua bagian organ yang terinfeksi dibuang, apabila ada yang tertinggal dapat memicu lagi pyometra pasca operasi. Metode ini dianggap lebih aman dan efektif.

Cara Mencegah.
Pencegahan terbaik untuk pyometra adalah spay (steril) kucing betina sebelum umur 6 bulan. Apabila kucing betina digunakan untuk breeding, spay sangat direkomendasikan untuk dilakukan setelah masa breedingnya selesai (umur 4-5thn). Kucing betina sebaiknya tidak ditunda-tunda untuk dikawinkan, lebih dari 2 kali masa heat.

Komentarmu Apa?