Ternyata, Kucing Juga Bisa “GALAU”

2280

Memiliki kucing peliharaan lucu, dan atraktif memang menyenangkan. Apalagi ketika kita sedang sedih dan si empus dapat menghibur kita, pasti catlovers akan selalu bahagia kembali dan hilang sedihnya karena si empus.

Selain manusia, kucing termasuk makhluk hidup yang juga memiliki perasaan, dan tahukah catlovers? kalo kucing juga bisa juga merasakan “GALAU” seperti pada manusia umumnya. Kejadian ini akan sering ditemui bagi catlovers yang sudah lama memelihara kucing, kucing yang galau pasti akan membuat kita sedih juga.

Saat kucing galau, ada beberapa perilaku yang berubah seperti berikut :

  1. Suka melamun. Tidak seperti biasanya yang selalu enerjik, dia akan cenderung duduk sendiri dan melamun.
  2. Nafsu makan menurun. Makanan yang biasanya selalu dihabiskan bahkan seringnya minta nambah, malah kini tidak pernah habis.
  3. Jarang mengeluarkan suara. Dia akan cenderung diam, bahkan saat kita panggil pun dia tidak akan memberikan suara apa pun.
  4. Wajahnya murung. Membedakan wajah murung atau tidak dapat dibilang agak susah, ini akan kelihatan jika kita benar-benar menyayangi si empus.
  5. Lemas. Empus dalam kegiatannya yang tadinya aktif bahkan sering bermain, kali ini dia seolah tidak memiliki daya tak bertenaga untuk melakukan kegiatan tersebut.
  6. Meletakkan kepala di tangan dengan mata terbuka (ingin tidur tapi sulit). Seperti manusia, saat empus dalam posisi tiduran, dia akan melakukan hal tersebut, bukannya tidur, dia hanya merem melek saja.
  7. Berjalan mondar-mandir kesana kesini. Si empus akan berjalan bagai setrikaan yang bolak balik, entah apa yang ada dalam pikirannya/
  8. Biasanya duduk di dekat jendela/ pintu sendirian. Jika biasanya dia selalu mendekati kita bahkan sering minta dipangku, kali ini si empus akan menyendiri tidak mendekati kita.

Layaknya manusia, perilaku di atas dapat berdampak buruk bagi si kucing sendiri. Kucing dapat mengalami gangguan kesehatan, bahkan tak semangat menjalani hidupnya.

Jika perilaku si empus berubah, baiknya catlovers selidiki dulu apa penyebabnya. Bisa saja kucing mengalami tekanan batin, masalah asmara, atau juga karena kita mulai mengabaikan si empus.

Meskipun kucing tidak dapat berbicara layaknya manusia, namun tidak masalah jika kita melakukan komunikasi kepadanya. Sering-seringlah ajak kucing bermain, kucing akan merasa senang ketika kita meluangkan waktu untuknya.

Cobalah untuk terbiasa menyapa si empus, bisa jadi dia akan mengeong menjawab sapaan kita lho catlovers.

Manusia “Galau” memang manusiawi, tapi jika kucing? :-\

Tetap sayangi dan perhatian terhadap empus ya catlovers, kan gak lucu kalo kucing galau.  ^_^

Komentarmu Apa?