Klarifikasi Kucing Terlantar di Tempat Penjualan Binatang Bekasi

308

Terkuak alasan kenapa ditemukan kucing terlantar ditempat penjualan binatang Bekasi.

tim rescuer memeriksa. gambar yuliati 1 768x1024 - Klarifikasi Kucing Terlantar di Tempat Penjualan Binatang Bekasi
Klarifikasi kucing terlantar yang ditinggal pemilik di Bekasi Timur.

Kucinglucu.net –  Seperti diberitakan sebelumnya, berawal dari laporan salah seorang cat lovers yang mengatakan kekhawatirannya tentang kondisi kucing kucing terlantar di tempat penjualan binatang Bekasi. (Baca berita sebelumnya: Ditinggal Pemilik Pergi, Kondisi Kucing-Kucing di tempat Penjualan Binatang Bekasi ini Memprihatinkan). Setelah berhasil menemui pemilik, Abah Juna selaku salah seorang yang menilik TKP  mengklarifikasikan pemberitaan terkait Kucing-kucing terlantar.

Menurutnya seperti dari keterangan penjual, kucing-kucing tersebut ditinggal karena si penjual ada kepentingan yang tidak bisa diwakilkan.

“Dari keterangan penjual, memang  beliau 2 hari ini ada kepentingan ke Bogor yang tidak bisa diwakilkan. Beliau mengamanatkan ke adiknya untuk menjaga dan memberi makan saat dia pergi, namun sedikit kurang amanah”. Terang Abah juna melalui akun facebook miliknya, (17/5/2017).

Baca juga: Kasus Pemburuan Kucing hutan Akhirnya mendapat Tanggapan.

kucing terlantar di bekasi - Klarifikasi Kucing Terlantar di Tempat Penjualan Binatang Bekasi
Abah Juna & rombongan rescuer saat mengunjungi TKP. Terlihat tidak hanya kucing, ada juga beberapa hewan lain. Gambar : facebook.com/ArjunaPutraTirtapraja.

Penjual sendiri mengakui ia tidak mungkin menelantarkan kucing dan hewan tersebut..

“Saya bisa rugi, sedang saya cari rezeki dari hewan ini”. Ucapnya.

Menurut abah Juna sendiri ia tidak melarang orang menjual hewan karena itu pilihan dan hak masing-masing. Tapi ia berpesan untuk memperlakukan mereka selayaknya dan lakukan cara jual beli yang baik dan bersih. Ia juga menyarankan cat lovers untuk selalu berpikir positif dan berhati-hati dalam membuat keputusan.

“Jangan menyimpulkan kalau belum terbukti dengan jelas dan nyata di kedua belah pihak, dalam hal seburuk apapun. Boleh panik tapi harus tepat dengan kenyataan”.

 

Komentarmu Apa?