Daftar Isi
- 📑 Daftar Isi
- Terkuak alasan kenapa ditemukan kucing terlantar ditempat penjualan binatang Bekasi.
- Bagikan ini ke Teman:
- 🔗 Tulisan Terkait
- Transformasi Tolly, Kucing yang Terjebak Diatas Gerbang Tol Pedati
- Kucing Pintar, Loly Selamatkan Nyawa Pemiliknya dari Kebakaran
- Bikin Luluh: Petugas Damkar Selamatkan Kucing yang Terjebak Di Atas Gerbang Tol Pedati
📑 Daftar Isi
Terkuak alasan kenapa ditemukan kucing terlantar ditempat penjualan binatang Bekasi.

Kucinglucu.net – Seperti diberitakan sebelumnya, berawal dari laporan salah seorang cat lovers yang mengatakan kekhawatirannya tentang kondisi kucing kucing terlantar di tempat penjualan binatang Bekasi. (Baca berita sebelumnya: Ditinggal Pemilik Pergi, Kondisi Kucing-Kucing di tempat Penjualan Binatang Bekasi ini Memprihatinkan). Setelah berhasil menemui pemilik, Abah Juna selaku salah seorang yang menilik TKP mengklarifikasikan pemberitaan terkait Kucing-kucing terlantar.
Menurutnya seperti dari keterangan penjual, kucing-kucing tersebut ditinggal karena si penjual ada kepentingan yang tidak bisa diwakilkan.
“Dari keterangan penjual, memang beliau 2 hari ini ada kepentingan ke Bogor yang tidak bisa diwakilkan. Beliau mengamanatkan ke adiknya untuk menjaga dan memberi makan saat dia pergi, namun sedikit kurang amanah”. Terang Abah juna melalui akun facebook miliknya, (17/5/2017).
Baca juga: Kasus Pemburuan Kucing hutan Akhirnya mendapat Tanggapan.

Penjual sendiri mengakui ia tidak mungkin menelantarkan kucing dan hewan tersebut..
“Saya bisa rugi, sedang saya cari rezeki dari hewan ini”. Ucapnya.
Menurut abah Juna sendiri ia tidak melarang orang menjual hewan karena itu pilihan dan hak masing-masing. Tapi ia berpesan untuk memperlakukan mereka selayaknya dan lakukan cara jual beli yang baik dan bersih. Ia juga menyarankan cat lovers untuk selalu berpikir positif dan berhati-hati dalam membuat keputusan.
“Jangan menyimpulkan kalau belum terbukti dengan jelas dan nyata di kedua belah pihak, dalam hal seburuk apapun. Boleh panik tapi harus tepat dengan kenyataan”.
